Ade Najmulloh Soroti Soal Dana PDAM Garut Dijadikan Pinjaman oleh Pihak Lain, Segera Bentuk Pansus

Bycyber jabar

November 15, 2024
Drs. Ade Najmulloh,

GARUT – Beredar kabar bahwa PDAM Tirta Intan Kabupaten Garut telah memberikan pinjaman dana kepada Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia Garut (Persigar). Dari pemberitaan sejumlah media mengatakan bahwa pihak PDAM juga mengonfirmasi terkait pemberian pinjaman tersebut.

Keputusan Direksi PDAM Tirta Intan Garut untuk memberikan dana pinjaman ini menuai kritik dari sejumlah masyarakat. Pasalnya PDAM sebagai perusahaan daerah, tidak semestinya seolah bertindak sebagai lembaga keuangan (lembaga perbankan).

Kritik ini salah satunya muncul dari Drs. Ade Najmulloh, tokoh Garut Utara (Gatra). Ia sangat menyayangkan langkah PDAM yang dinilainya keliru.

Menurut Ade Najmulloh, PDAM sebagai perusahaan daerah memiliki peran sangat vital untuk pelayanan air bersih kepada masyarakat. Harusnya fokus PDAM bagaimana memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat, bukannya malah bertindak sebagai lembaga keuangan. Apalagi jika melihat keuangan PDAM Tirta Intan Garut sendiri yang belum sehat dan tidak bonafide.

” Apakah tidak ada solusi lain untuk pengembangan sepak bola di Kabupaten Garut, misalnya dengan menggunakan dana CSR (Corporate Social Responsibility) dari perbankan dan perusahaan panas bumi yang ada di Kabupaten Garut. Kemanakah dana CSR-nya ya?,” ujar Ade Najmulloh.

“Atau kalau memang demi pengembangan persepak-bolaan di Kabupaten Garut kenapa tidak menggunakan alokasi dana APBD atau belanja bansos, dana hibah yang miliaran itu?. Saya pernah bicara dengan Bapak Haryono, SH mantan Dewan Pengawas PDAM Garut Tirta Intan, beliau mengatakan bahwa pelayanan air bersih yang dilakukan oleh PDAM Garut saat ini jauh dari target yang semestinya, baik kuantitas, kualitas, kontuinitas maupun keterjangkauannya (K4) dan saat ini baru bisa melayani masyarakat Kabupaten Garut secara riil 6,43% dari 2,7 juta jiwa penduduk Kabupaten Garut,” jelasanya.

” PDAM Garut Tirta Intan kondisinya saat ini bukan perusahaan yang sehat dan bonafide, dimana masih mengalami banyak permasalahan yang kompleks dan kronis. Misalnya banyaknya kebocoran air, pasilitas yang kurang memadai dan beban utang yang cukup tinggi menurut data utang PDAM Garut saat ini sekitar Rp 7,4 milyar padahal masyarakat sebagai pelanggan PDAM Garut tiap bulan bayar tagihan, kok,” ujarnya.

” Lalu kapan masyarakat Garut bisa naik derajat kesehatannya untuk mengejar ketertinggalan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Kabupaten Garut di bidang kesehatan, di mana saat ini sangat rendah dari Bupati ke Bupati hanya nomor 25 dari 27 kota dan Kabupaten di Jawa Barat. Air bersih adalah salah satu syarat untuk hidup sehat dan terhindar dari Stunting. Atlet sepak bola juga harus sehat kalau mau prima dan berprestasi salah satunya harus terpenuhi kebutuhan air bersihnya,” katanya.

Ade Najmulloh menyarankan agar segera dibentuk pansus dengan menyertakan aparat penegak hukum (APH). Kemudian dilakukan audit menyeluruh terhadap PDAM.

” Dengan adanya kejadian ini maka untuk segera dibentuk PANSUS dan APH (Aparat Penegak Hukum) untuk proaktif serta segera lakukan audit secara menyeluruh,” tegasnya.

” Saya yakin dana PDAM yang “dipinjam” pihak luar itu angkanya lebih besar dari angka yang muncul sekarang serta juga saya punya keyakinan bahwa dana PDAM yang “dipimjam” oleh pihak luar bukan hanya oleh Persigar saja yang kebetulan bocor perjanjiannya tetapi masih banyak pihak-pihak lain. Ini jelas harus ada yang bertanggung jawab,” tutup Ade Najmulloh.